HUBUNGAN ANTARA BUDAYA DENGAN ETIKA BISNIS
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA DENGAN ETIKA BISNIS
Nama : Agung Darmawan
NPM : 10219285
Kelas : 3EA08
PEMBAHASAN
Budaya merupakan suatu
cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya yang ada ini terbentuk dari banyak
unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah
suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Banyak faktor yang mempengaruhi dan menentukan kegiatan
berbisnis. Sebagai kegiatan sosial, bisnis dengan banyak cara terjalin dengan kompleksitas
masyarakat modern. Dalam kegiatan berbisnis, mengejar keuntungan adalah
hal yang wajar, asalkan dalam mencapai keuntungan tersebut tidak merugikan
banyak pihak. Jadi, dalam mencapai tujuan dalam kegiatan berbisnis ada
batasnya. Kepentingan dan hak-hak orang lain perlu diperhatikan.
Perilaku etis dalam
kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis
itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama
jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis
yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut
menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral. Perilaku yang baik, juga
dalam konteks bisnis, merupakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral.
Dalam kenyataanya budaya
sangat berpengaruh terhadap kelancaran dalam dunia bisnis baik dalam
perkembangna dalam bisnis skala nasional maupun skala internasional. Sesuatu
hal baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan suatu bangsa akan sulit diterima
atau berkembang didalam Negara tersebut.
Penegerian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa
Sanskert yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Secara
Umum, Pengertian Budaya adalah mengatur agar manusia dapat mengerti
bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka
berhubungan dengan orang lain. Istilah Budaya berasal dari
kata Culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya
dengan kebudayaan, berasal dari kata latin "colere" yang berarti
mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau petani.
Pengertian Etika
stilah Etika berasal
dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata 'etika'
yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta
etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu :tempat tinggal yang biasa,
padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara
berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Arti
dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi
terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk
menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul
kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa
dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan
bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan,
industri dan juga masyarakat.
Semuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis
secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada
kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Pengertian Budaya Dalam Lingkupan Bisnis
Secara terminologi budaya
adalah keseluruhan kepercayaan, aturan, teknik, kelembagaan dan artefak buatan
manusia yang mencirikan populasi manusia. Jadi budaya dapat diartikan yaitu
budaya terdiri atas pola-pola yang dipelajari mnengenai perlaku umum bagi anggota
dari masyarakat tertentu yaitu gaya hidup yang unik dari suatu kelompok atau
orang tertentu.
Kebudayaan adalah
kumpulan nilai, kepercayaan, perilaku, kebiasaan, dan sikap yang membedakam
suatu masyarakat dari yang lainnya. Kebudayaan suatu masyarakat menentukan
ketentuan- ketentuan yang mengatur bagaimana perusahaan dijalankan dalam
masyarakata tersebut.
Terdapat cara bagi para
pelaku bisnis internasional untuk menyesuaikan diri atau hidup dengan
budaya-budaya lain yaitu menyadari bahwa adanya budaya yang berbeda dari
budayanya sendiri dan mereka harus mempelajari karakteristik dari budaya-budaya
tersebut sehingga dapat beradaptasi. Tetapi menurut E.T. Hall terdapat dua cara
untuk menyesuaikan diri dari budaya moral lain yaitu:
- Menghabiskan seumur hidup disuatu negara tersebut.
- Menjalani suatu program pelatihan yang sangat canggih dan ekstensif yang mencakup karakteristik-karakteristik utama dari suatu budaya, termasuk budaya
Terdapat enam nasihat
atau cara dalam melakukan bisnis lintas budaya internasional antara lain:
1.
Lakukanlah persiapan.
2.
Jangan terburu-buru.
3.
Bangkitkan kepercayaan.
4.
Memahami pentingnya bahasa.
5.
Menhormati budaya.
6.
Memahami unsur-unsur budaya.
Budaya
juga sangat mempengaruhi semua fungsi bisnis misalnya dalam pemasaran, beraneka
ragam sikap dan nilai menghambat banyak perusahaan untuk mengunakan bauran
pemasaran yang sama disemua pasar. Begitu juga dalam manajemen sumber daya
manusia, budaya nasional merupakan kunci penentu untuk mengevaluasi para
manajer, serta dalam produksi dan keuangan faktor budaya sangat berpengaruh
dalam kegiatan produksi dan keuangan.
Hubungan Budaya, Etika, Dan Kebudayaan
itu tidak dapat kisah pisahkan. kedua nya
saling melekat dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Karena ketika
suatu komunitas itu menciptakan batasan dan aturan-aturan dalam etika tentu lah
berdasarkan dari kebiasaan dan juga hukum yang berlaku di tempat tersebut.
Karena terkadang suatu etika itu tidak lah berlaku sepanjang masa, tekadang
terjadi pelapukan dan pemudaran nilai-nilai etika.
Kebijakan Perusahan
biasanya secara fomal di
dokumentasikan dalam bentuk Kode Etik (Code of Conduct). Di tengah iklim
keterbukaan dan globalisasi yang membawa keragaman budaya, kode etik memiliki
peranan yang sangat penting sebagai buffer dalam interaksi
intensif beragam ras, pemikiran, pendidikan, dan agama.
Terdapat tiga faktor
utama yang memungkinkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan, yaitu:
- Terciptanya budaya perusahaan secara baik
- Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya (trust-based organization)
- Terbentuknya manajemen hubungan antarpegawai (employee relationship management)
Iklim etika
dalam perusahaan dipengaruhi oleh adanya interaksi beberapa faktor,
yaitu:
1. Faktor kepentingan diri sendiri
2. Faktor keuntungan perusahaan
3. Faktor pelaksanaan efisiensi
4. Faktor kepentingan kelompok
Penciptaan iklim etika
mutlak diperlukan, meskipun memerlukan waktu, biaya, dan ketekunan manajemen.
Dalam iklim etika, kepentingan stakeholderterakomodasi secara baik
karena dilandasi dengan rasa saling percaya.
Komentar
Posting Komentar